AKU, WANITA DAN HAWA..


"Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, susuk yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya. Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya, tempat dimana cinta itu ada. "

AHAKSSS!!!!

Showing posts with label kembali pada-NYA. Show all posts
Showing posts with label kembali pada-NYA. Show all posts

August 6, 2011

Oleh Sahabat MUKABUKU

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thabrani. Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targib wa At Tarhib no. 1084 mengatakan bahwa hadits ini shahih lighairih)

Ibadah puasa bertujuan membentuk manusia beriman agar bertaqwa. Itulah pesan yang terdapat dalam Al Qur ‘an, surat Al Baqarah ayat 183 yang menjadi landasan hukum wajibnya berpuasa bagi umat Islam pada setiap datangnya bulan Ramadhan.

Potensi ibadah puasa untuk mengantarkan kita menjadi manusia-manusia taqwa sangat mungkin dan terbuka luas. Tidak saja diriset dari keagungan bulan Ramadhan yang didalamnya diturunkan Al Qur’an, dilaksanakannya puasa pada siang hari, dan terdapatnya “lailatul Qadri” yaitu malam yang lebih baik dari malam seribu bulan. Akan tetapi lebih dari itu, salah satu sebabnya karena ibadah puasa memiliki amunisi energi positif yang dahsyat menempatkan posisi ibadah puasa sebagai ibadah teknis sosial sangat pribadi atau personal.
Berbeda dengan ibadah-ibadah yang lain, sebut saja contohnya ibadah shalat lima waktu yang mudah tampak oleh setiap mata, puasa tidak demikian. Seorang yang melaksanakan shalat atau tidak shalat mudah kita ketahui, tidak membayar zakat dapat kelihatan apalagi ibadah haji lebih mudah untuk rnengetahuinya. Karena ibadah haji adalah ibadah massal yang sangat bersifat demonstrative.
Demikian juga mudah mengukur dari sisi pelaksanaannya, orang akan katakan shalatnya khusyu’ dan bagus karena dilihat dari gaya ia melaksanakan shalat dengan sempurna. Orang akan mengatakan sungguh hebat dan berani, karena ketika membayar zakat dalam jumlah yang terlihat cukup banyak. Orang akan mengatakan hajinya mabrur, karena terlihat saat kembali dari haji perilakunya berubah drastis alias taubat.

Berbeda dengan amalan PUASA/SHIAM. Ini seolah-seolah menjadi rahasia manusia dengan Tuhan-Nya. Dalam sebuah hadits Qudsi dijelaskan: “Setiap amal anak Adam bagi dirinya, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku-lah yang menanggung pahalanya.“  (HR.Bukhari)

Maka agar puasa yang kita lakukan tetap bernilai dan jauh dari kesia-siaan. Kita perlu kenali apa saja penyebabnya dan triknya, diantaranya adalah :

1. Tundukkan pandangan. 
Ingatlah bahwa puasa bukanlah hanya menahan lapar dan dahaga saja, namun hendaknya seorang yang berpuasa juga menjauhi perbuatan yang haram.

Jabir bin ‘Abdillah menyampaikan petuah yang sangat bagus:
“Seandainya kamu berpuasa maka hendaknya pendengaranmu, penglihatanmu dan lisanmu turut berpuasa dari dusta dan hal-hal haram serta janganlah kamu menyakiti tetangga. Bersikap tenang dan berwibawalah di hari puasamu. Janganlah kamu jadikan hari puasamu dan hari tidak berpuasamu sama saja.” (Lihat Latha’if Al Ma’arif, 1/168, Asy Syamilah)

Dengan menundukkan pandangan, mata akan terjaga dari segala hal yang tidak halal dilihat. Segala yang haram itu berpotensi melalaikan hati dari dzikrullah. Ingat sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Pandangan adalah salah satu anak panah beracun di antara anak panah Iblis, semoga Allah melaknatinya. Barang siapa meninggalkannya karena takut kepada Allah, maka Allah memberinya keimanan yang merupakan kelezatan dalam hatinya.” (HR.Hakim)

2. Jaga lisan dari perkataan yang tidak diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Seperti berdusta, ghibah, bergunjing, memaki, bertengkar, banyak bersenda gurau, berdebat, serta segala hal yang mengundang kebencian dan permusuhan. Kendalikan lisan dengan diam dan lebih utama bila lisan disibukkan dengan dzikrullah serta tilawah Qur’an.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya puasa adalah perisai. Apabila salah seorang di antara kamu berpuasa maka jangan berkata kotor dan jangan bertindak bodoh. Jika ada seseorang menyerang atau mencaci, katakanlah “sesungguhnya aku sedang berpuasa, sesungguhnya aku berpuasa.”

Dalam riwayat lain Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lagwu dan rofats. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, aku sedang puasa.” (HR. Ibnu Majah dan Hakim)

3. Jaga telinga dari perkataan dan pembicaraan yang dibenci Allah. 
Setiap yang haram diucapkan, haram pula didengarkan. Bahkan dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa kedudukan orang yang suka mendengarkan berita bohong sama dengan orang yang memakan barang haram. “Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong. Banyak memakan yang haram.” (QS. Al-Maidah: 42)
Dalam ayat lain: “Mengapa orang-orang ‘alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram?” (QS. Al-Maidah: 63)
Mendiamkan ghibah juga dilarang. Allah berfirman, “Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian tentulah kamu serupa dengan mereka.” (QS. An-Nisa:140)

4. Tahan setiap anggota tubuh dari berbuat dosa. 
Hindari tangan, kaki, dan semua panca indera lainnya dari hal-hal yang diharamkan, walaupun telah berbuka. Tak ada artinya sepanjang hari menahan diri dari makanan yang halal, namun setelah berbuka melakukan hal-hal yang dibenci bahkan diharamkan. Orang seperti inilah yang disinggung Rasululkah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. “Betapa banyak orang yang berpuasa tetapi ia tidak mendapatkan dari puasanya itu kecuali lapar dan dahaga.” (HR. Nasai dan Ibnu Majah)

5. Jangan makan berlebih-lebihan ketika berbuka. 
Sebab seburuk-buruknya wadah adalah perut yang penuh makanan. Tujuan puasa adalah menundukkan hawa nafsu untuk memperkuat jiwa mencapai taqwa. Bila dari pagi hingga sore perut dikosongkan, tapi kemudian dipenuhi berbagai makanan lezat saat berbuka, maka syahwat akan bangkit. Ia bisa kehilangan esensi dan hikmah puasa. Puasa yang bertujuan melemahkan berbagai kekuatan yang menjadi sarang setan, jadi sia-sia. Karena syahwat menguat dan setan kembali menghembuskan rayuannya agar berbuat kejahatan.

Salah satu adab puasa yang sering dilupakan adalah mengurangi tidur siang. Padahal dengan tetap aktif di siang hari, kita bisa merasakan lapar, dahaga, dan lemahnya kekuatan. Sehingga hati menjadi jernih, lembut dan timbul empati terhadap penderitaan orang. Dari situ juga seseorang mendapatkan semangat dan kekuatan untuk bangun di malam hari, qiyamul lail dan tadarrus dan melakukan ibadah lainnya.

6. Penuhilah hati dengan perasaan ‘tergantung” dan “terguncang” antara cemas dan harap. 
Sebab tak ada yang tahu apakah puasa kita diterima dan termasuk golongan muqarrabin, atau ditolak sehingga termasuk orang-orang yang dimurkai?

Ada satu riwayat dari Hasan bin Abul Hasan Bashri. Suatu hari ia melewati suatu kaum yang tengah tertawa. Melihat itu ia berkata, “Sesungguhnya Allah menjadikan bulan Ramadhan sebagai arena perlombaan melakukan keta’atan bagi makhluk-Nya. Kemudian ada orang yang berlomba hingga menang dan ada pula yang tertinggal lalu kecewa. Tetapi yang sangat mengherankan ialah pemain yang tertawa di saat orang-orang berpacu meraih kemenangan.” Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Puasa adalah amanah maka hendaklah salah seorang di antara kamu menjaga amanahnya.” (HR. Al-Kharaithi dan Sanadnya Hasan)

Semoga seluruh amalan ibadah kita diterima di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan menjauhkan kita dari segala perbuatan yang merusaknya. Amin

July 26, 2011

SUBUH PETANDA KEKUATAN


Waktu subuh adalah waktu perdana kepada kehidupan buat seseorang insan. Inilah waktunya apabila bermulanya kehidupan setelah insan mati buat sementara. Tidak menghairankan bahawa waktu subuh adalah salah satu daripada lima waktu solat yang wajib disempurnakan.
Waktu subuh hari adalah ujian kepada segala kekuatan. Kekuatan untuk bangun di awal pagi melepaskan diri daripada dakapan erat syaitan yang membisikkan, kekuatan untuk terus bingkas keluar dari litupan selimut hangat dan bantal empuk, malahan kekuatan untuk mengenakan air yang dingin ke muka, tangan, dahi dan ke kaki sebelum lantas bergerak ke tempat istimewa dan bermunajat bersama-sama insan pilihan Tuhan. Ini adalah kekuatan yang luar biasa yang boleh dimiliki oleh sesiapa sahaja selagi dia mempunyai keinginan jiwa yang tinggi.
Perkara yang sama ini juga telah dijadikan indikator dan penanda aras kepada kekuatan generasi pejuang ketika berlakunya peperangan-peperangan besar di zaman yang terdahulu. Kekuatan kebangkitan dan kekuatan barisan ketenteraan bukanlah kepada fizikal dan persiapan kelengkapan semata-mata, malahan persiapan yang lebih penting ialah persiapan kekuatan generasi pejuang di dalam menagih simpati untuk menang daripada Ilahi.
Tidak hairanlah bahawa inilah penanda kekuatan yang telah digunakan oleh Solahuddin al Ayyubi dahulunya sebelum menang ketika mendepani kekuatan tentera Salib yang merupakan kesatuan gabungan ketenteraan daripada 22 buah negara-negara Eropah.
Tidak hairanlah juga bahawa soalan-soalan yang ditujukan oleh Sultan Muhammad Al-Fateh mengikut urutan menggambarkan peringkat kekuatan seseorang. Lima waktu solat fardhu kemudian solat rawatib dan kemudiannya solat tahajjud. Di waktu penghujung malam sehingga subuh itu dijadikan indikator terakhir kepada kekuatan para pejuangnya. Tidak dapat dibayangkan di manakah kedudukan kita jika berada di dalam barisan tentera baginda al-Fateh. Mungkin juga kita dan barisan pemuda kebangkitan kini bakal berada di barisan tercorot sekali.
Di atas alasan yang sama inilah juga menyebabkan agen-agen KGV di Chechnya dan agen-agen Gaddafi di Libya akan menangkap pemuda-pemuda yang bersolat subuh secara berjamaah dengan keyakinan bahawa mereka adalah pemuda kebangkitan yang bakal menggegarkan kerajaan Russia dan Libya.
Setelah kau berkeringat menyiapkan semua kelengkapan. Setelah kau canangkan semangat ke seluruh negara. Setelah kau iklankan kepada dunia seluruhnya. Namun, jangan lupa untuk menagih simpati dan pertolongan daripada Pemberi Kemenangan yang hakiki.
Wahai teman seperjuangan ! Sekiranya kita ingin memiliki kemenangan, jangan alpa dengan kekuatan yang ada pada waktu subuh, walhal terang dan nyata bahawa ianya merupakan petunjuk agung ciptaan Ilahi. Untukmu teman pejuang, inilah permulaan kepada semua kekuatan yang sebenar.
Ingatlah sumpahan Pemilik kepada segala kerajaan agar kita bisa meraih kemenangan.

July 19, 2011

Doa Yang Baik Untuk Diamalkan



اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان
“Allaahumma baarik lanaa fii rajab wasy-sya’baan, wa ballighnaa ramadhaan”

Artinya: “Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan”.

MEMBUAT PERSIAPAN UNTUK MEMASUKI RAMADHAN

Bulan yang besar dan penuh keberkatan serta banyak kelebihannya haruslah disambut dengan penuh perasaan ta’zim (membesarkan) dan mengalu-alukannya. Antara persiapan yang dapat kita lakukan –malah perlu kita lakukan- sebelum menjelang Ramadhan ialah:

-Dengan banyak berpuasa dalam bulan Sya’ban.
-Mengulangkaji ilmu tentang puasa
-Membaca kembali hadis-hadis Nabi s.a.w. tentang fadhilat (kelebihan) puasa dan bulan Ramadhan.
-Mengetahui amalan-amalan utama dan besar pahalanya di bulan Ramadhan.

July 16, 2011

RINDUNYA!!!!


Ramadan kini tiba. Hati mukmin tidak sabar lagi untuk mengambil peluang semaksima mungkin dibulan yang berkat ini demi mendapatkan bekalan iman dan meningkatkan diri. Dihujung Syaaban, Rasulullah saw berkhutbah mengingatkan para Sahabat ra tentang Ramadan. Di sini saya mengambil kesempatan mengingatkan diri saya dan kita sekelian berkenaan Ramadan dan persiapan untuk memasukkinya.
Kita memasuki bulan berkat dimana pahala dilipatkali gandakan bagi mereka yang mengharap ganjaran dan keredhaan Allah swt. Dengan ini hamba-hambaNya semakin bertaqarrub kepadaNya dan lebih berpeluang memasuki Syurga yang disediakan Allah swt. Dari Qutaibah, dari Ismail bin Jaafar dari Abi Suhail, dari ayahnya dari Abu Hurairah ra. sabda Rasulullah saw bermaksud, "Apabila datang Ramadan, dibukakan pintu-pintu Syurga" (Hadis sahih riwayat Al-Bukhari).
Dengan berpuasa, kita menahan diri dari makan, minum, hubungan suami isteri, menjaga lidah, pemandangan dan hati hanya semata-mata kerana Allah. Oleh itu Allah sendiri yang akan membalasnya. Sabda Rasulullah saw bermaksud, "Sesiapa yang mendirikan (solat dan ibadah) di malam Lailatul Qadar dengan penuh iman dan mengharap ganjaran Allah, diampunkan dosa-dosanya yang telah lalu. Sesiapa yang berpuasa di bulan Ramadan dengan penuh iman dan mengharap ganjaran Allah, diampunkan dosa-dosanya yang telah lalu" (Hadis sahih riwayat Al-Bukhari).
Didalam Ramadan, kita melipatgandakan ibadah solat kita, dan lebih membiasakan diri kita mendampingi surau, masjid dan para jemaah didalamnya yang beriman. Sabda Rasulullah saw berkenaan Ramadan bermaksud, "Sesiapa yang mendirikan (solat Tarawih) di bulan Ramadan, dengan penuh keimanan dan mengharap ganjaran Allah, diampunkan untuknya akan kesalahan yang telah dikerjakannya" (Hadis sahih riwayat Al-Bukhari).
Ramadan mengajar kita erti persaudaraan dan kesatuan umat Islam. Dari Ibnu Syahab, dari Urwah bin Az-Zubair, dari Abdul Rahman bin Abdul Al-Qari' berkata: Aku keluar bersama Umar Al-Khattab ra pada suatu malam Ramadan ke masjid dan mendapati orang ramai bersolat sendiri-sendiri dan berselerakan. Ada yang bersolat sendirian. Ada yang bersolat diikuti beberapa orang. Umar ra berkata bermaksud, "Aku lihat jika dikumpulkan mereka dibawah seorang imam, itu adalah lebih baik". Kemudian beliau melaksanakannya dan mengumpulkan orang ramai (bersolat) diimami oleh Ubay bin Kaab ra. Pada suatu malam yang berikutnya, aku pergi bersamanya ke masjid dan melihat orang ramai bersolat di belakang seorang imam mereka. Umar ra berkata, "Alangkah baiknya bid'ah ini"... (Hadis sahih riwayat Al-Bukhari).
Ramadan adalah bulan Al-Quran dimana Al-Quran diturunkan Allah swt pada bulan tersebut. Jibril menyemak bacaan dan hafazan Al-Quran Nabi saw dijuga dibulan ini. Oleh itu kita jadikanlah bulan ini bulan yang lebih meriah bagi kita bersama Al-Quran, dengan membacanya dan melaksanakan ajaran-ajaran yang terkandung didalamnya. Ramadan adalah bulan bersedeqah, berkasih sayang sesama umat Islam dan makhluk Allah swt. Kita perbanyakkanlah bersedekah dan menjamu orang lain. Ibnu Abbas ra berkata bermaksud, "Adalah Nabi saw orang yang paling pemurah dengan kebaikan. Dia saw. lebih pemurah lagi di dalam bulan Ramadan apabila didatangi oleh malaikat  Jibril. adalah Jibril bertemu Nabi saw tiap malam di bulan Ramadan sehingga pagi dan mengemukakan Al-Quran kepada Nabi saw. Apabila Nabi saw bertemu Jibril, Baginda saw menjadi lebih pemurah dari angin yang bertiup" (Hadis sahih riwayat Al-Bukhari).
"Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Quran pada malam Lailatul Qadr. tahukah kamu apakah malam Lailatul Qadr. Malam Lailatul Qadr lebih baik dari 1000 bulan. Malaikat dan ruh turun pada malam itu dengan izin Tuhan mereka dalam tiap urusan. Sejahtera malam tersebut hingga terbit fajar" (Al-Quran).
Mukmin dan mukminah sentiasa mengejar peluang yang disediakan Allah swt untuk hamba-hambaNya. Ini termasuklah ganjaran berlipatkali ganda Malam Lailatul Qadar dimana ia lebih baik dari 1000 bulan (83 tahun). Sabda Rasulullah saw bermaksud, "Dapatkanlah (dengan tekunlah beribadat) pada malam Lailatul Qadar pada Sepuluh Malam Terakhir dibulan Ramadan" (Hadis sahih riwayat Al-Bukhari). Dalam riwayat Al-Bukhari yang lain bermaksud,"Dapatkanlah (dengan tekunlah beribadat) pada malam Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di Sepuluh Malam Terakhir dibulan Ramadan".
Ramadan adalah bulan Iktikaf, iaitu berada di masjid untuk memberi tumpuan sepenuhnya beribadah khusus kepada Allah swt. Iktikaf membersihkan hati dan akhlak kita, kerana kita berdamping dengan rumah Allah swt dan dapat tenang memuhasabah dan menilai diri kita yang sering alpa dan tergoda. Dari Urwah bin Az-Zubair ra dari Aisyah ra berkata bermaksud,"Sesungguhnya Nabi saw beriktikaf pada Sepuluh Malam Terakhir di bulan Ramadan sehingga Baginda saw diwafatkan Allah. Selepas kewafatannya, isteri-isterinya pula beriktikaf" (Hadis sahih riwayat Al-Bukhari).
Ramadan adalah bulan Jihad dan Kemenangan. Di dalam bulan ini orang-orang beriman mencapai kemuncak ikhlas dan taqwa, kedua-duanya adalah resepi kemenangan dalam Jihad. Di dalam Ramadan orang-orang beriman memenangi Perang Badar (Tahun 2H), Perang Pembukaan Mekah (Tahun 8H) dan Perang Ain Jalut mengalahkan tentara Monggul.
Semoga Ramadan pada tahun ini merupakan Ramadan yang terbaik buat kita, berjaya kita lalui sepenuhnya dan mendapat rahmah (belas kasih Allah swt), maghfirah (keampunanNya) dan itqum minannar (selamat dari api Neraka). Ya Allah terimalah puasa, solat Tarawih, qiyamullail dan iktikaf kami dibulan yang mulia ini. Ya Allah, terimalah ibadah dan taqarrub (usaha mendekatkan hati dan diri) kami kepadaMu.
Ya Allah, jadikanlah kami diakhir Ramadan dikalangan hamba-hambaMu yang bertaqwa seperti firmanMu bermaksud, "Wahai orang-orang beriman, diwajibkan keatas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan keatas orang-orang sebelum kamu, supaya kamu bertaqwa..."(Surah Al-Baqarah). Ameen.
Sumber Text: Ini Jalanku
قُلۡ شَہۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدً۬ى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَـٰتٍ۬ مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِ‌ۚ فَمَن شَہِدَ مِنكُمُ ٱلشَّہۡرَ فَلۡيَصُمۡهُ‌ۖ وَمَن ڪَانَ مَرِيضًا أَوۡ عَلَىٰ سَفَرٍ۬ فَعِدَّةٌ۬ مِّنۡ أَيَّامٍ أُخَرَ‌ۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِڪُمُ ٱلۡيُسۡرَ وَلَا يُرِيدُ بِڪُمُ ٱلۡعُسۡرَ وَلِتُڪۡمِلُواْ ٱلۡعِدَّةَ وَلِتُڪَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَٮٰكُمۡ وَلَعَلَّڪُمۡ تَشۡكُرُونَ
(Masa yang diwajibkan kamu berpuasa itu ialah) bulan Ramadan yang padanya diturunkan Al-Quran, menjadi petunjuk bagi sekalian manusia dan menjadi keterangan-keterangan yang menjelaskan petunjuk dan (menjelaskan) perbezaan antara yang benar dengan yang salah. Oleh itu, sesiapa dari antara kamu yang menyaksikan anak bulan Ramadan (atau mengetahuinya), maka hendaklah dia berpuasa bulan itu dan sesiapa yang sakit atau dalam musafir maka (bolehlah dia berbuka, kemudian wajiblah dia berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. (Dengan ketetapan yang demikian itu) Allah menghendaki kamu beroleh kemudahan dan Dia tidak menghendaki kamu menanggung kesukaran dan juga supaya kamu cukupkan bilangan puasa (sebulan Ramadan) dan supaya kamu membesarkan Allah kerana mendapat petunjukNya dan supaya kamu bersyukur.
(Surah Al-Baqarah 2: Ayat 185) 

July 13, 2011

SUJUD SYUKUR


Menurut Dr Wahbah Zuhaily didalam al-Fiqh al-Islami (2/118), Sujud Syukur didalam Mazhab Syafie serupa dengan sujud Tilawah. Ia boleh dilakukan diatas kenderaan jika seseorang didalam didalam permusafiran. Terdapat 5 rukun didalamnya iaitu:

a. Berniat. 
b. Takbiratul Ihram 
b. Sujud satu kali sahaja. 
c. Duduk selepas sujud dan 
d. Memberi salam. 

Didalam Mazhab Hanbali pula, terdapat 3 rukun iaitu sujud, bangun dari sujud dan salam yang pertama. Takbir semasa sujud dan bangun darinya. 

Cara sujud syukur didalam Mazhab Hanafi dan Mazhab Malikihampir serupa bentuknya. Mereka akan terus sujud tanpa Takbir Al-Ihram dan bangun dari sujud tanpa memberi salam. Mereka akan bertakbir untuk sujud sahaja dan semasa bangun dari sujud. 

Ibn Qudamah rh juga menyatakan bahawa cara sujud Syukur adalah sama dengan Sujud Tilawah /Sajadah diluar solat.

Sheikh Ibnu Utsaimin dalam Fatawa Islamiyyah (1/205)mengatakan : "Sujud Syukur dilakukan kerana selamat dari sesuatu musibah atau menerima Nikmat yang dikurniakan kepada seseorang (tanda terima kasih). Dilakukan seperti Sujud Tilawah di luar Solat, dan sebahagian ulama'mengatakan wudhu' dan Takbir diperlukan, ada beberapa yang lain mengatakan cuma satu Takbir sahaja diperlukan. Kemudian diikuti dengan sujud dan berdo'a setelah berkata : Subhaana Rabbiy al-A’laa."

SEBENARNYA....

                                             
              Kita semua adalah RAPUH sebenarnya..Rapuh dengan nikmat Allah kurniakan kpd kita,Rapuh dengan Fitnah Dunia...Rapuh dengan Fitnah harta,pangkat dan kedudukan..Rapuh dengan cinta terhadap Illahi..Rapuh dengan cinta pada Rasulullah..Dan Juga kita Rapuh dengan Nafsu 
dan cinta manusia...

July 8, 2011

DAHSYATNYA HARI KIAMAT!!!

Gambaran Hari Qiamat 
 Selepas Malaikat Israfil meniup sangkakala (bentuknya seperti tanduk besar) yang memekakkan telinga, seluruh makhluk mati kecuali Izrail & beberapa malaikat yang lain. Selepas itu, Izrail pun mencabut nyawa malaikat yang tinggal dan akhirnya nyawanya sendiri.

 Selepas semua makhluk mati, Tuhan pun berfirman mafhumnya “Kepunyaan siapakah kerajaan hari ini?” Tiada siapa yang menjawab. Lalu Dia sendiri menjawab dengan keagunganNya “Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.” Ini menunjukkan kebesaran & keagunganNya sebagai Tuhan yg Maha Kuasa lagi Maha Kekal Hidup, tidak mati.

 Selepas 40 tahun, Malaikat Israfil a.s. dihidupkan, seterusnya meniup sangkakala untuk kali ke-2, lantas seluruh makhluk hidup semula di atas bumi putih, berupa padang Mahsyar (umpama padang Arafah) yang rata tidak berbukit atau bulat seperti bumi.

 Sekelian manusia hidup melalui benih anak Adam yg disebut “Ajbuz Zanbi” yang berada di hujung tulang belakang mereka. Hiduplah manusia umpama anak pokok yang kembang membesar dari biji benih. 

 Semua manusia dan jin dibangkitkan dalam keadaan telanjang dan hina. Mereka tidak rasa malu kerana pada ketika itu hati mereka sangat takut dan bimbang tentang nasib & masa depan yang akan mereka hadapi kelak.

 Lalu datanglah api yang berterbangan dengan bunyi seperti guruh yang menghalau manusia, jin dan binatang ke tempat perhimpunan besar. Bergeraklah mereka menggunakan tunggangan (bagi yang banyak amal), berjalan kaki (bagi yang kurang amalan) dan berjalan dengan muka (bagi yang banyak dosa). Ketika itu, ibu akan lupakan anak, suami akan lupakan isteri, setiap manusia sibuk memikirkan nasib mereka.

 Setelah semua makhluk dikumpulkan, matahari dan bulan dihapuskan cahayanya, lalu mereka tinggal dalam kegelapan tanpa cahaya. Berlakulah huru-hara yang amat dahsyat.

 Tiba-tiba langit yang tebal pecah dengan bunyi yang dahsyat, lalu turunlah malaikat sambil bertasbih kepada Allah SWT. Seluruh makhluk terkejut melihat saiz malaikat yang besar dan suaranya yang menakutkan.

 Kemudian matahari muncul semula dengan kepanasan yang berganda. Hingga dirasakan seakan-akan matahari berada sejengkal dari atas kepala mereka. Ulama berkata jika matahari naik di bumi seperti keadaannya naik dihari Kiamat nescaya seluruh bumi terbakar, bukit-bukau hancur dan sungai menjadi kering. Lalu mereka rasai kepanasan dan bermandikan peluh sehingga peluh mereka menjadi lautan. Timbul atau tenggelam mereka bergantung pada amalan masing-masing. Keadaan mereka berlanjutan sehingga 1000 tahun.

 Terdapat satu telaga kepunyaan Nabi Muhammad SAW bernama Al-Kausar yang mengandungi air yang hanya dapat diminum oleh orang mukmin sahaja. Orang bukan mukmin akan dihalau oleh malaikat yang menjaganya. Jika diminum airnya tidak akan haus selama-lamanya. Kolam ini berbentuk segi empat tepat sebesar satu bulan perjalanan. Bau air kolam ini lebih harum dari kasturi, warnanya lebih putih dari susu dan rasanya lebih sejuk dari embun. Ia mempunyai saluran yang mengalir dari syurga. 

 Semua makhluk berada bawah cahaya matahari yang terik kecuali 7 golongan yang mendapat teduhan dari Arasy. Mereka ialah: 

- Pemimpin yang adil.

- Orang muda yang taat kepada perintah Allah.

- Lelaki yang terikat hatinya dengan masjid.

- Dua orang yang bertemu kerana Allah dan berpisah kerana Allah.

- Lelaki yang diajak oleh wanita berzina, tetapi dia menolak dengan berkata “Aku takut pada Allah”.

- Lelaki yg bersedekah dengan bersembunyi (tidak diketahui orang ramai).

- Lelaki yang suka bersendirian mengingati Allah lalu mengalir air matanya kerana takutkan Allah.

 Oleh kerana tersangat lama menunggu di padang mahsyar, semua manusia tidak tahu berbuat apa melainkan mereka yang beriman, kemudian mereka terdengar suara “pergilah berjumpa dengan para Nabi”. Maka mereka pun pergi mencari para Nabi. Pertama sekali kumpulan manusia ini berjumpa dengan Nabi Adam tetapi usaha mereka gagal kerana Nabi Adam a.s menyatakan beliau juga ada melakukan kesalahan dengan Allah SWT. Maka kumpulan besar itu kemudiannya berjumpa Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Musa a.s., Nabi Isa a.s. (semuanya memberikan sebab seperti Nabi Adam a.s.) dan akhirnya mereka berjumpa Rasullullah SAW. Jarak masa antara satu nabi dengan yang lain adalah 1000 tahun perjalanan.

 Lalu berdoalah baginda Nabi Muhammad SAW ke hadrat Allah SWT. Lalu diperkenankan doa baginda.

 Selepas itu, terdengar bunyi pukulan gendang yang kuat hingga menakutkan hati semua makhluk kerana mereka sangka azab akan turun. Lalu terbelah langit, turunlah arasy Tuhan yang dipikul oleh 8 orang malaikat yang sangat besar (besarnya sejarak perjalanan 20 ribu tahun) sambil bertasbih dengan suara yang amat kuat sehingga ‘Arasy itu tiba dibumi.

 ‘Arasy ialah jisim nurani yang amat besar berbentuk kubah (bumbung bulat) yang mempunyai 4 batang tiang yang sentiasa dipikul oleh 4 orang malaikat yang besar dan gagah. Dalam bahasa mudah ia seumpama istana yang mempunyai seribu bilik yang menempatkan jutaan malaikat di dalamnya. Ia dilingkungi embun yang menghijab cahayanya yang sangat kuat.

 Kursi iaitu jisim nurani yang terletak di hadapan Arasy yang dipikul oleh 4 orang malaikat yang sangat besar. Saiz kursi lebih kecil dari ‘Arasy umpama cincin ditengah padang . Dalam bahasa mudah ia umpama singgahsana yang terletak dihadapan istana.

 Seluruh makhluk pun menundukkan kepala kerana takut. Lalu dimulakan timbangan amal. Ketika itu berterbanganlah kitab amalan masing-masing turun dari bawah Arasy menuju ke leher pemiliknya tanpa silap dan tergantunglah ia sehingga mereka dipanggil untuk dihisab. Kitab amalan ini telah ditulis oleh malaikat Hafazhah / Raqib & ‘Atid / Kiraman Katibin.

 Manusia beratur dalam saf mengikut Nabi dan pemimpin masing- masing. Orang kafir & munafik beratur bersama pemimpin mereka yang zalim. Setiap pengikut ada tanda mereka tersendiri untuk dibezakan.

 Umat yang pertama kali dihisab adalah umat Nabi Muhammad SAW, dan amalan yang pertama kali dihisab adalah solat. Sedangkan hukum yang pertama kali diputuskan adalah perkara pertumpahan darah.

 Apabila tiba giliran seseorang hendak dihisab amalannya, malaikat akan mencabut kitab mereka lalu diserahkan, lalu pemiliknya mengambil dengan tangan kanan bagi orang mukmin dan dengan tangan kiri jika orang bukan mukmin.

 Semua makhluk akan dihisab amalan mereka menggunakan satu Neraca Timbangan. Saiznya amat besar, mempunyai satu tiang yang mempunyai lidah dan 2 daun. Daun yang bercahaya untuk menimbang pahala dan yang gelap untuk menimbang dosa.

 Perkara pertama yang diminta ialah Islam. Jika dia bukan Islam, maka seluruh amalan baiknya tidak ditimbang bahkan amalan buruk tetap akan ditimbang.

 Ketika dihisab, mulut manusia akan dipateri, tangan akan berkata- kata, kaki akan menjadi saksi. Tiada dolak-dalih dan hujah tipuan. Semua akan di adili oleh Allah Ta’ala dengan Maha Bijaksana.

 Setelah amalan ditimbang, mahkamah Mahsyar dibuka kepada orang ramai untuk menuntut hak masing-masing dari makhluk yang sedang dibicara sehinggalah seluruh makhluk berpuas hati dan dibenarkannya menyeberangi titian sirat. 

 Syafaat Nabi Muhammad SAW di akhirat : 

- Meringankan penderitaan makhluk di Padang Mahsyar dengan mempercepatkan hisab.

- Memasukkan manusia ke dalam syurga tanpa hisab.

- Mengeluarkan manusia yang mempunyai iman sebesar zarah dari neraka.
(Semua syafaat ini tertakluk kepada keizinan Allah SWT.)

 Para nabi dan rasul serta golongan khawas juga diberikan izin oleh Tuhan untuk memberi syafaat kepada para pengikut mereka. Mereka ini berjumlah 70 000. Setiap seorang dari mereka akan mensyafaatkan 70 000 orang yang lain.

 Setelah berjaya dihisab, manusia akan mula berjalan menuju syurga melintasi jambatan sirat. Siratul Mustaqim ialah jambatan (titian) yang terbentang dibawahnya neraka. Lebar jambatan ini adalah seperti sehelai rambut yang dibelah tujuh dan ia lebih tajam dari mata pedang. Bagi orang mukmin ia akan dilebarkan dan dimudahkan menyeberanginya.

 Fudhail bin Iyadh berkata perjalanan di Sirat memakan masa 15000 tahun. 5000 tahun menaik, 5000 tahun mendatar dan 5000 tahun menurun. Ada makhluk yang melintasinya seperti kilat, seperti angin, menunggang binatang korban dan berjalan kaki. Ada yang tidak dapat melepasinya disebabkan api neraka sentiasa menarik kaki mereka, lalu mereka jatuh ke dalamnya.

 Para malaikat berdiri di kanan dan kiri sirat mengawasi setiap makhluk yang lalu. Setiap 1000 orang yang meniti sirat, hanya seorang sahaja yang Berjaya melepasinya. 999 orang akan terjatuh ke dalam neraka.
Rujukan: Kitab Aqidatun Najin karangan Syeikh Zainal Abidin Muhammad Al- Fathani. Pustaka Nasional Singapura 2004.

Pesanan Buat Wanita....[Part 2]

20. Dari Ali bin Abi Talib r. a. : Aku dengar Rasulullah s. a. w. bersabda, " Tiga golongan dari umatku akan mengisi nereka jahanam selama 7 kali umur dunia. Mereka itu adalah :-
a. Orang yang gemuk tapi kurus
b. Orang yang berpakaian tetapi telanjang
c. Orang yang alim tapi jahil

* Adapun yang gemuk tapi kurus itu ialah wanita yang sihat tubuh badannya tetapi kurang ibadat.

* Orang yang berpakaian tetapi telanjang ialah wanita yang cukup pakaiannya tetapi tidak taat agama.

* Orang yang alim tapi jahil ialah ulamak yang menghalalkan yang haram kerana kepentingan peribadi.

21. Asma' binti Kharizah Fazari r.ha. diriwayatkan telah berkata kepada puterinya pada hari perkahwinan anaknya itu, "Wahai anakku, kini engkau akan keluar dari sarang di mana engkau dibesarkan. Engkau akan berpindah ke sebuah rumah dan hamparan yang belum engkau kenali. Itulah suami mu. Jadilah engkau tanah bagi suami mu (taat perintahnya) dan ia akan menjadi langit bagi mu (tempat bernaung). Jadilah engkau sebagai lantai supaya ia dapat menjadi tiangnya. Jangan engkau bebani dia dengan berbagai kesukaran kerana itu akan memungkinkan ia meninggalkan mu. Kalau ia mendekatimu, dekatilah ia dan jika ia menjauhi mu maka jauhilah ia dengan baik. Peliharalah benar-benar suami mu itu akan hidungnya, pendengarannya, matanya dan lain-lain. Janganlah pula ia mendengar melainkan yang enak dan janganlah ia melihat melainkan yang indah sahaja pada dirimu.

22. Pesanan Luqman kepada anaknya, "Sepanjang hidupku, aku hanya memilih 8 kalimah dari pusaka para Nabi yang lalu iaitu :-
a. Apabila engkau sedang solat kepada Allah s. w. t. maka jagalah baik- baik fikiranmu.
b. Apabila engkau berada di rumah orang lain, maka jagailah pandanganmu.
c. Apabila engkau berada di tengah-tengah majlis maka jagalah lidah mu.
d. Apabila engkau hadir dalam jamuan makan maka jagalah perangai mu.
e. Ingat kepada Allah s. w. t.
f. Lupakan budi baik mu pada orang lain.
g. Lupakan semua kesalahan orang lain terhadapmu.
h. Ingat kepada mati

23. Perkara-perkara yang menjadikan wanita itu derhaka kepada suaminya seperti tersebut di dalam kitab Muhimmah :-
a. Menghalang suami dari bersuka-suka dengan dirinya samada untuk jimak atau menyentuh mana-mana bahagian tubuhnya.
b. Keluar rumah tanpa izin suami samada ketika suami ada di rumah atau pun tidak.
c. Keluar rumah kerana belajar ilmu yang bukan ilmu Fardhu Ain. Dibolehkan keluar untuk belajar ilmu Fardhu Ain jika suaminya tidak mampu mengajar.
d. Enggan berpindah (berhijrah) bersama suaminya.
e. Mengunci pintu, tidak membenarkan suami masuk ke rumah ketika suami ingin masuk.
f. Bermasam muka ketika berhadapan dengan suami.
g. Minta talak.
h. Berpaling atau membelakangi suami ketika bercakap.
i. Menyakiti hati suami samada dengan perkataan atau perbuatan.
j. Meninggalkan tempat tidur tanpa izin.
k. Membenarkan orang lain masuk ke dalam rumah sedangkan ia tidak disukai oleh suaminya.

24. Wajib bagi wanita :-
a. Mengekalkan malu pada suaminya.
b. Merendahkan (menundukkan) mata ketika berpandangan.
c. Mengikut kata-kata dan suruhannya.
d. Dengar dan diam ketika suami berkata-kata.
e. Berdiri menyambut kedatangannya.
f. Berdiri menghantar pemergiannya.
g. Hadir bersamanya ketika masuk tidur.
h. Memakai bau-bauan yang harum untuk suaminya.
i. Membersihkan dan menghilangkan bau mulut untuk suaminya.
j. Berhias ketika hadirnya dan tinggalkan hiasan ketika tiadanya.
k. Tiada khianat ketika tiada suaminya.
l. Memuliakan keluarga suaminya.
m. Memandang pemberian suaminya yang kecil sebagai besar dan berharga.
n. Ketahuilah, syurga dan neraka bagi seorang wanita itu bergantung pada redha atau tidaknya suami padanya.

Ada 6 pesanan untuk kaum wanita dapat diamalkan di dalam kehidupan seharian untuk hidupkan suasana Iman dan Amal di dalam rumahtangga. Apabila ada suasana agama dalam kehidupan maka hidayat dan nusrah (pertolongan) dari Allah akan datang. Rumahtangga dirahmati Allah, keberkatan dalam kehidupan kita dan ketenangan dalam jiwa kita. 6 pesanan itu adalah amalan nurani. Amalan itu ialah :-

1. Solat di awal waktu dan galakkan kaum lelaki yang mahram bersolat ditempat di mana azan dilaungkan iaitu di masjid atau di surau.

2. Istiqamah membaca Al-Quran dan berzikir. - Hak Al-Quran hendaklahkhatam2X setahun. Jadi lapangkan tiap-tiap hari untuk membacanya. Disamping ituhendaklah kita mengingati Allah dalam apa keadaan kita sekalipun dan dimana kita berada. Dengan melihat setiap ciptaan Allah kita dapatmengingati Allah s. w. t. Maka dianjurkan supaya dapat kita melapangkan waktu pagi (lepas subuh) dan petang hari (lepas Asar) untuk mewiridkan kalimah-kalimah tasbih, tahmid, tahlil dan takbir ie "Subhanallah Walhamdulillah Wala ilaha illallah Wallahu Akbar" jika mampu boleh di sambung "Wa la hawlawalaquwataillabillahi'aliyil'azim"

100X. Selawat ke atas Nabi 100X dan beristighfar 100X. Selain daripada itu amalkanlah doa-doa masnun - doa yang diucapkan ketika melakukan sesuatu perbuatan ie masa hendak makan, tidur, masuk dan keluar tandas dsb.

3. Istiqamah menghidupkan Takleem dan Taklum (belajar dan mengajar ilmu agama). - Lapangkanlah masa yang sesuai walau seketika supaya semua ahli keluarga dapat menghidupkan majlis ilmu ini. Duduklah seperti duduknya kita di dalam solat ie menutup aurat, berkeadaan suci dan berbau wangi. Majlis mempelajari agama ini terbahagi kepada dua iaitu : Pertama - Majlis berkenaan hadis-hadis mengenai kelebihan beramal. Ini adalah untuk menimbulkan keghairahan dalam ahli keluarga untuk beramal. Kedua - Majlis berkenaan masalah-masalah agama (hukum- ahkam dalam ibadat). Wajib suami untuk mengajar anak dan isteri mengenainya. Jika tidak tahu wajib atasnyauntuk belajar.

4. Mendidik anak secara agama dan sunnah.

5. Hidup sederhana.

6. Menggalakkan suami / mahram yang lelaki untuk usaha atas agama dakwah illallah (mengembangkan agama). - Secara Baironi : di luar kampung halaman kita dan Maqami : Di dalam qariah kampung halaman kita.

Akhir sekali semoga kita sama-sama dapat mengamalkan 6 pesanan ini dalam rumahtangga kita secara istiqamah dan ikhlas setiap hari. Juga untuk jadi isteri yang beriman dan solehah hendaklah kita taat pada suami. Jika suami redha ke atas kita maka Allah s.w.t. akan redha ke atas kita. Berzikir ,berdoa, beristighfar, membaca Al-Quran dan berselawat adalah amalan-amalan utama yang harus dikekalkan oleh setiap umat islam untuk kesempurnaan Iman dan Islamnya. Semuanya itu menjadi penawar bagi hati dan jiwa yang rusuhdan resah gelisah.

Wallahua'lam